Bantah Sejumlah Proyek Jaringan Irigasi DI Katua Kompleks Bermasalah, Ketua FKP3A NTB Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Dan Standar Teknis.

 

 

Dompu, Tintaupdat.com – Menanggapi tudingan Proyek Pembangunan, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Katua Kompleks 18 titik yang tersebar di Kabupaten Dompu yang diduga bermasalah oleh Forum Rakyat Anti Korupsi (FORAK) Dompu,

Karena dari 18 titik proyek tersebut ditemukan sejumlah dugaan yang menyimpang dari mekanisme maupun ketentuan serta melenceng dari standar teknis. seperti pada pemberitaan sebelumnya, melalui media tintaupdat.com, Minggu, (23/08/26), kemarin.

Hal tersebut, mendapat bantahan serius dari Ketua Forum Petani Pemakai Air NTB sekaligus Penanggung jawab Program Kabupaten Dompu, Muhammad Yamin, Senin, 24/08/26.

Kepada media Tintaupdat, Muhammad Yamin, mengatakan sejak awal program ini, kami sudah melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak.

“Kita undang dari unsur pemerintah, yakni Kades, Pengamat, TPM dan Ketua Kelompok, petani penerima manfaat hadir semua pada saat itu,” jelas ketua Ketua Forum Petani Pemakai Air

Dari Hasil musyawarah tersebut, Kata Muhammad Yamin, bahwa pemindahan lokasi proyek tersebut tidak ada masalah atau keberatan dari pihak manapun dan sudah melalui mekanisme.

Maka, program ini diharapkan dapat dinikmati atau dimanfaatkan oleh para petani. Bahkan kita sudah berkoordinasi awal dengan lurah Potu, karena ada dualisme pemahaman dalam penentuan lokasi proyek ini

“Dan beliau juga sudah paham, setelah diberikan penjelasan bahwa penentuan lokasi ini sudah sesuai dengan mekanisme pemindahan lokasi, sementara pihak BBWS NT1 NTB, dalam hal tidak tahu menahu tentang itu,” terangnya penuh keyakinan.

Sedangkan terkait dengan pekerjaan fisik, lanjut, Ketua FKP3A NTB, menjelaskan bahwa penggunaan batu cadas yang terlihat di lokasi itu, bukan batu cadas biasa, tetapi ini batu cadas yang layak digunakan oleh masyarakat disisi. “Ini sudah teruji dan itu tidak ada masalah,” terangnya

Kemudian terkait pekerjaan yang diduga tanpa pondasi, Yamin menegaskan bahwa pekerjaan ini tetap mengacu pada gambar maupun bestek,

“Memang setiap pekerjaan itu diharuskan menggali pondasi, tetapi ada juga pekerjaan tanpa pondasi tergantung situasi dan kondisi lapangan, seperti itulah kondisi yang dilihat oleh teman-teman itu,” tegas Yamin.

Oleh karena itu, Ia berharap agar kita tetap menjalin silaturahmi dan koordinasi agar tidak terjadi kesalahpahaman, sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi.

“Semoga program ini bermanfaat bagi petani dan untuk orang banyak,” ujar Yamin penuh harap.