Dompu, Tintaupdat.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Akreditasi PAUD berperan sebagai instrumen penjaminan mutu untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini sesuai dengan Standar Nasional.
Namun, PAUD dinyatakan Tidak Lolos Akreditasi atau mendapatkan status Tidak Terakreditasi (TT) dari BAN-PDM (dahulu BAN PAUD PNF), Maka, status tersebut merupakan indikator bahwa satuan pendidikan belum mampu memenuhi standar kelayakan minimal pelayanan pendidikan.
Seperti pada PAUD NURUL ASRI yang diduga tidak lolos akreditasi 2 tahun lalu, sehingga statusnya tidak terakreditasi (TT), Meski demikian ijin operasionalnya tetap berjalan.
Namun, berdasarkan pantauan media tintaupdat.com, Senin, (31/09/26), dilokasi Izin operasionalnya Paud tersebut di Desa Matua Kecematan Woja Kabupaten Dompu, terlihat aktivitas pendidikan hanya beberapa orang siswa, Dari 39 siswa yang terdaftar dalam dapodik.
Sehingga Paud tersebut, harus melakukan persiapan yang matang dan sistematis. agar bisa lolos Akreditasi, Sesuai dengan aturan terbaru dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM), penilaian kini lebih fokus pada performa nyata sekolah, bukan sekadar administrasi di atas kertas.
Dan fokus pada Indikator Kualitas Kinerja Lembaga, diantaranya,
– Proses Pembelajaran : Menyediakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berpusat pada anak.
– Mutu Pendidik : Guru wajib memiliki kompetensi dasar, mampu berkomunikasi positif, dan idealnya memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 PAUD.
– Manajemen Sekolah : Memiliki visi-misi yang jelas, perencanaan program kerja, serta pengelolaan keuangan yang transparan.
– Hasil Capaian Perkembangan : Menunjukkan bukti dokumen penilaian anak yang mengukur tumbuh kembang optimal mereka.
Namun, faktanya, tidak ada tanda-tanda kesiuriusan dari Lembaga tersebut, dalam upaya memenuhi syarat akreditasi, karena pada Paud itu, hanya terlihat 4 orang siswa yang melakukan aktivitas pendidikan.
Maka, patut diduga kuat bahwa Jumlah Siswa Paud Nurul Asri sebanyak 39 siswa yang tercafer dalam Data Dapodik itu fiktif, karena tidak sesuai dengan kondisi ril di lapangan.
Maka, Dinas Terkait, harus mengambil langkah tegas, untuk segera mengevaluasi Paud Nurul Asri bahkan membekukan izin operasional Paud tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Salah seorang Pendidik Paud Asri, Rosbianti, Membantah bahwa Paud ini sejak dulu sudah terakreditasi dan Paud ini sudah lama berdiri sekitar 7 tahun lalu.
“Paud ini dari dulu sudah terakreditasi,” sangkal Pendidik saat dikonfirmasi awak media di tempat Paud Nurul Asri Desa Matua Kecematan Woja Kabupaten Dompu, Senin, 31/08/26.
Terkait minimnya Siswa yang hadir pada saat kegiatan belajar mengajar di Paud Nurul Asri, Pendidik menyangkal bahwa sebagian siswa itu sudah pulang sekolah sejak tadi, setelah makan.
“Selesai makan mereka pulang, tinggal kita-kita aja yang belum pulang.” katanya yang penuh mencurigakan.
Lanjut dijelaskan Pendidik, bahwa jumlah siswa yang terdata dalam dapodik itu sebanyak 39 siswa, terdiri dari Kelas Nol Kecil : 17 Siswa. dan Nol Besar : 22 siswa.
“Biasanya siswa yang hadir itu banyak, tapi karena orang tuanya kebanyakan ke gunung, makanya sekarang banyak yang nggak hadir,” cetusnya. (Tim)




