Manfaatkan Momen, Modus Bantu Lobi Loloskan! Diduga Kaban Kesbangpol Dapatkan “Uang Pelicin” Dari Orang Tua Calon Anggota Paskibra.

 

Dompu, NTB, Tintaupdat.com – Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2022 tentang Program Paskibraka, pembentukan Paskibraka bertujuan untuk memberikan pengalaman dan kesempatan kepada generasi muda untuk berpartisipasi langsung dalam upacara kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) adalah pasukan yang bertugas mengibarkan bendera pusaka pada upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Mereka adalah anak-anak SMA yang sedang dalam masa pelatihan untuk menjadi petugas pengibar bendera di tingkat nasional, provinsi, atau kabupaten. Pelatihan ini akan berlangsung hingga tanggal 16 Agustus, sehari jelang upacara.

Untuk menjadi calon anggota paskibraka, para siswa harus mengikuti serangkaian seleksi yang dimulai dari daerah. Setelah lolos di daerah, mereka akan mengikuti seleksi di provinsi, kemudian maju ke tingkat nasional.

Syarat untuk mengikuti seleksi ini cukup ketat. Siswa harus memiliki prestasi akademik yang bagus, memiliki tinggi badan minimal 170 cm (putra) dan 165 cm (putri), sehat fisik dan mental, tidak buta warna, dan lain-lain.

Seleksi yang harus dijalani mereka pun beragam. Mulai dari tes tertulis, tes fisik, tes kesehatan, hingga tes wawancara. Hal ini bertujuan supaya siswa yang lolos menjadi anggota paskibraka adalah siswa unggulan yang cerdas, berkepribadian baik, dan berbadan ideal.

Namun, mirisnya, ada saja ulah oknum yang mencederai tahapan seleksi calon anggota paskibraka yang memanfaatkan momen untuk mendapatkan uang “pelicin” dari orang tua calon anggota paskibraka.

Seperti halnya di Kabupaten Dompu, terkuak bahwa oknum Kaban Kesbangpol yang “berkedok”  membantu melobi ke panitia untuk mendapatkan uang pelicin kisaran 5 juta sampai 10 juta dari salah satu orang tua calon paskibraka asal Kelurahan Bali Satu.

Padahal, Calon Anggota Paskibraka dipastikan lolos menjadi anggota paskibraka karena telah mampu melewati semua tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang ada.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang orang dalam paskibraka Dompu yang minta namanya tidak disebutkan pada pemberitaan ini, Sabtu, 16/05/26.

Ia mengungkapkan bahwa awalnya oknum tersebut memantau tahapan seleksi dan ketika tahu calon yang berpeluang lolos,” maka monen itu dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan salah satu orang tua calon paskibraka,” ungkapnya.

Kemudian dengan dalil sebagai pelantara membantu melobikan ke panitia, supaya anaknya nanti diloloskan menjadi anggota paskibraka.

“Oknum lalu berikan syarat sediakan uang sekitar 5-10 juta, sebagai tanda ucapan terima kasih, itu modusnya,” bebernya

Oleh karena itu, Ia meminta kepada Bupati Dompu untuk segera mengevaluasi kinerja Kaban Kesbangpol Dompu, karena perilakunya tidak mencerminkan sebagai seorang pembimbing, yang mencoreng nama baik Paskibraka maupun Pemerintah.

“Harusnya menjadi teladan dan panutan bagi yunior-yuniornya, bukan malah memberikan contoh yang tidak baik seperti ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam praktek ini, bukan hanya oknum itu saja yang terlibat, tetapi ada juga oknum-oknum lainnya yang ikut bermain dengan memanfaatkan momen seleksi tersebut untuk mendapatkan pundi-pundi uang.

“Oknum2 lainnya yang ikut bermain semuanya kita bongkar, lagi di telusuri,” katanya dengan nada ancam

Sementara sampai berita ini ditayangkan, Kaban Kesbangpol dan Bupati Dompu belum dapat dimintai keterangannya.